Al-Qur’an dan Tantangan Zaman: Mukjizat yang Terus Relevan

Al Baqarah 185, Allah SWT menegaskan, bulan Ramadan adalah satu bulan mulia yang di dalamnya diturunkanAl Quran sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Merujuk kepada hal ini, Ketua Pimpinan PusatMuhammadiyah, Saad Ibrahim dalam program TVMu bertajuk “Tausiyah Kiai Saad” menjelaskan bahwa tidak ada satupun makhluk dimuka bumi yang dapat menyaingi, bahkan melampaui Al Quran.
“Al-Quran adalah mukjizat terbesar dari Nabi Muhammad SAW. Luar biasa sangat hebat.
la raiba fih. Tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” ucap Saad pada program yang tayang Senin,
Bahkan lebih jauh, Saad menjelaskan sejak awal diturunkannya hingga akhir zaman, Al-Qur’an menghadirkan tantangan terbuka kepada siapa pun yang meragukannya untuk membuat satu surat saja yang sebanding dengannya.
Tantangan tersebut, menurutnya, menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an yang tak mungkin ditandingi.
“Silahkan menandingi Al Quran dan datangkan satu surat saja yang sebanding dengan Al Quran.
Rasanya surat terpendek yaitu Al Kautsar sudah membuktikan bahwa betapa sangat percaya dirinya Al Quran dan tidak ada makhluk satupun yang bisa menandinginya,” ujar Saad.
Bukti ini, bagi Saad benar-benar nyata. Tidak ada satupun manusia baik secaraa individual maupun berkelompok yang dapat melakukanAl Quran.
“Al Quran sungguh melampaui zamannya,” tambah Saad.
Fenomena Big-Bang, Ledakan yang Telah Tertulis 1400 Tahun yang Lalu
Dalam kehidupan modern ini, siapa yang tak mengenal istilah big-bang? peristiwa astronomi ini secara ilmiah diyakini sebagai awal mula terciptanya alam semesta.
“Kira-kira 50 tahun kebelakang ini kita mengenal big-bang di mana alam semesta ini dimulai dari materi yang sangat masif, sangat padat kemudian meledak.
Terjadilah ledakan besar sehingga dinamai dengan big-bang,” ujar Saad, melanjutkan Tausiyahnya.
Dikemukakan oleh Saad, bahwa secara bukti ilmiah alam semesta dimulai dari materi yang sangat masif dan kemudian terjadi ledakan.
Matahari yang menyinari alam semesta ini, sebut Saad, tercipta 4,6 miliar tahun yang lalu, sementara alam semesta diperkirakan telah mencapai usia 13,8 miliar tahun.
“Setelah ledakan itu, Alam semesta terus berkembang, terus menerus bergerak, memenuhi, bahkan menciptakan ruang dan waktu,” ucapnya.
Ia menyebut peristiwa Big-Bang, bukan tanpa alasan melainkan sebagai salah satu contoh nyata peristiwa yang sudah ditulis Al Quran. Bukan 50 tahun yang lalu, melainkan telah tertulis 1.400 tahun yang lalu melalui Qs. Al Anbiya ayat 30.
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya,” ucap Saad, menerjemahkan arti dari Qs. Al-Anbiya ayat 30.
Melalui satu contoh peristiwa inilah, Saad menegaskan kembali bahwa Al Quran adalah mukjizat sekaligus ciptaan Allah yang otentik. Tidak mungkin diciptakan manusia, bahkan tak dapat ditandingi oleh apapun.
Mukjizat Al Quran telah menghadirkan kedalaman makna dan kesesuaiannya terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, Al Quran adalah cahaya bagi peradaban, sekaligus bukti nyata kebesaran Allah SWT bagi umat manusia dan alam semesta.
